Teknik Balancing Pada Motor Unbalance - Wani Mulyo | Dare to Noble

Teknik Balancing Pada Motor Unbalance

Balancing adalah suatu proses memperbaiki distribusi massa pada rotor yang berputar dengan menambahkan atau mengurangkan massa pada rotor sehingga rotor berputar pada bearing tanpa menyebabkan gaya sentrifugal yang tidak seimbang.

Pada proses balancing terdapat tiga teknik dalam melakukan balancing yaitu :
  1. Teknik balancing satu bidang (single plane balancing)
  2. Teknik balancing dua bidang ( two plane balancing )
  3. Teknik balancing banyak bidang ( multi plane balancing )
Dasar dari teknik balancing sendiri adalah menggunakan teknik satu bidang, yang kemudian dikembangkan menjadi teknik lebih dari satu bidang.

Teknik balancing bidang tunggal ( single plane balancing )

Ketika pusat massa bergeser dari poros putaran maka dapat dikatakan terjadi ketidakseimbangan statis. Untuk menentukan apakah terjadi ketidakseimbangan atau tidak dapat diketahui dengan memutar disk sampai berhenti dan menandai titik terendah pada disk dan diulangi proses ini beberapa kali. Ketidakseimbangan dideteksi dengan prosedur yang diketahui sebagai statik unbalance. Static unbalance dapat dilakukan dengan menghilangkan (melubangi) logam yang ditandai atau dengan menambahkan beban pada 180° dari titik yang ditandai. Karena magnitude ketidakseimbangan tidak diketahui maka jumlah material yang dihilangkan atau ditambahkan ditentukan dengan trial and error. Prosedur ini dinamakan single plane balancing karena semua massa terletak pada satu bidang. Jumlah ketidakseimbangan dapat ditemukan dengan memutar disk dengan kecepatan ω dan mengukur reaksi pada dua bearing sebagaimana gambar dibawah. Jika massa m diletakkan pada radius r disk maka akan timbul gaya sentrifugal mrω2.

\[F_{1}=\frac{a_{2}.m.r.ω^2}{l}\]
\[F_{2}=\frac{a_{1}.m.r.ω^2}{l}\]
Single Plane Balancing Disk
Prosedur yang lain untuk balancing single-plane adalah dengan menggunakan vibration analyzer sebagaimana digambarkan di bawah, dimana disk dipasangkan ke poros yang berputar yang memiliki bearing A dan digerakkan oleh motor dengan kecepatan angular (ω). Sebelum memulai prosedur rotor dan stator ditandai dengan reflektor sebagaimana gambar dibawah. Tachometer ditempatkan pada sisi rotor. Sinyal getaran dihasilkan oleh ketidakseimbangan dapat dibaca dari indikator meter pada vibration analyzer. Ketika rotor berputar pada kecepatan ω, tanda pada rotor akan muncul pada posisi dengan sudut θ karena phase lag response dan hal ini terdeteksi oleh tachometer. Sudut θ dan amplitudo A (dibaca pada analyzer) disebabkan oleh ketidakseimbangan.


Teknik single plane balancing menggunakan vibration analyzer
Kemudian ditambahkan massa koreksi (trial weight) yang diletakkan pada posisi yang berlawanan dengan gaya unbalance yang terjadi pada rotor. Kemudian magnitude dan phase vibrasi akibat unbalance diukur oleh vibration analyzer. Efek dari trial weight tersebut kemudian dihitung menggunakan metode metode sudut fasa sehingga diketahui letak dimana beban yang tidak terdistribusi secara merata pada rotor berada. Magnitude vibrasi diukur oleh accelerometer  yang merupakan alat untuk mengukur percepatan getaran, yang ditempatkan pada sisi  tepat diatas bearing mengukur percepatan getaran yang terjadi pada arah axial. Selanjutnya sinyal dari accelerometer diubah menjadi displacement. Sensor tachometer digunakan untuk mentrigger dan mengukur posisi sudut rotor. Sinyal dari tachometer kemudian dipergunakan sebagai sudut referensi pada proses balancing dengan menggunakan metoda sudut fasa. Setelah beban yang tidak terdistribusi secara merata telah diketahui, maka dilanjutkan dengan pemberian beban pada rotor agar dapat menyeimbangkan gaya sentrifugal akibat massa yang tidak terdistribusi dengan baik.

Penggunaan penanda fase pada piringan



Postingan terkait:

1 Komentar untuk "Teknik Balancing Pada Motor Unbalance"

  1. untuk dua jenis balancing lainnya apakah ada penjelasannya mas, mohon tulisannya lagi

    BalasHapus