Pengertian Vibration Severity - Wani Mulyo | Dare to Noble

Pengertian Vibration Severity

Vibration severity adalah batasan standar apakah getaran pada suatu mesin masih dapat ditoleransi atau tidak. Standar toleransi getaran ini ditetapkan oleh badan standar internasional (ISO) atau pabrikan pembuat mesin. Beberapa standar vibration severity diantaranya adalah: ISO 2372, API (American Petroleum Institute) 610, 611, 613 dan standar vibrasi IRD Mechanalysis. Tetapi pada industri yang sudah menggunakan mesin yang umurnya sudah cukup lama, biasanya menggunakan data trending untuk mengetahui tingkat vibrasinya. Hal ini disebabkan akibat pergantian komponen yang ada pada mesin lama berbeda dengan kondisi mesin yang baru. Terkadang vibrasi yang agak tinggi pada mesin lama tidak serta merta menandakan mesin tersebut dalam kondisi yang tidak baik. Oleh karena itu kita perlu mengetahui trend vibrasi pada jangka waktu tertentu, sehingga kita bisa menyimpulkan kondisi mesin tersebut.

Biasanya, getaran dapat diukur dalam besaran percepatan, kecepatan, atau perpindahan getaran. Analisis dasar-dasar sinyal biasanya dilakukan pada getaran sinyal menggunakan satuan RMS (root mean square), puncak (peak), atau puncak ke puncak (peak to peak). Velocity RMS (kecepatan rms) adalah keseluruhan indikator yang paling umum digunakan, karena berhubungan langsung dengan tingkat stres mesin selama pengoperasiannya. Nilai RMS kemudian dibandingkan dengan nilai-nilai karakteristik untuk jenis mesin dengan daya tertentu. Tabel di bawah menunjukkan nilai-nilai yang disarankan oleh ISO 10816 Bagian 3, yang mencakup sebagian besar mesin industri:


Keterangan:
Kelas I. Mesin berukuran kecil (bertenaga 0-15 KW)
Kelas II. Mesin berukuran menengah (bertenaga 15-75 KW)
Kelas III. Mesin berukuran besar (bertenaga> 75 KW) dipasang padastruktur dan pondasi (Bantalan kaku)
Kelas IV. Mesin berukuran besar (bertenaga> 75 KW) dipasang pada struktur (Bantalan Fleksibel)


Postingan terkait:

1 Komentar untuk "Pengertian Vibration Severity"