Cara membaca spesifikasi headset/ headphone - Wani Mulyo | Dare to Noble

Cara membaca spesifikasi headset/ headphone

Ketika kita membeli suatu headphone seringkali kita mengabaikan spesifikasi yang ada didalamnya. Sama halnya dengan membeli suatu gadget, membeli headphone pun harus kita sesuaikan dengan kebutuhan kita. Misalnya, ketika kita mau membeli gadget kita kadang bertanya apa prosesornya? Berapa RAMnya? Berapa memorinya?, dll. Membeli headphone pun kita juga perlu bertanya berapa frequency response-nya? Berapa impedansinya? Berapa SPL maksimalnya?, dll. Pertanyaan tersebut penting diketahui selain hanya menyebutkan suatu merek yang akan kita beli. Rata-rata ketika kita membeli headphone dengan brand bagus seperti  Sennheiser, Audio Technica, Samson, Dr. Bye kita sering mengabaikan spesifikasinya, hal tersebut tidak salah karena kualitas audio yang akan kita dengar tentu akan sangat bagus kualitasnya. Sebagai pembeli yang cerdas, sepatutnya kita mengetahui karakteristik barang yang akan kita beli sesuai dengan kebutuhan kita misal apakah untuk keperluan: rekaman, main game, atau hanya mendengarkan musik saja sehingga penggunannya pun akan sesuai dengan yang kita butuhkan dan tentunya kita bisa menghemat uang kita. Setiap merek pasti memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, disini saya akan menshare pengetahuan saya, bagaimana cara membaca spesifikasi suatu headphone/ headset. Saya akan memberikan contoh bagaimana cara membaca spesifikasi headphone Samson SR850, dimana spesifikasinya sangat umum.

Headphone [10]


Spesifikasi headphone Samson SR850

Professionals studio reference headphones

Headphone ini dikhususkan untuk penggunaan di studio semisal pada proses rekaman. 

Semi-open design

Open vs closed headphone [1]

Dari segi desain, headphone dibagi menjadi 2 yakni headphone tipe terbuka (open), semi terbuka (semi-open), dan tertutup (closed). Untuk desain terbuka, suara dari  luar bisa masuk. Pada penutup driver, biasanya berbahan seperti  betuk lubang-lubang seperti ram. Open headphone biasanya memiliki suara yang lebih natural dibandingkan tipe closed. Hal ini terjadi karena suara yang terpancar dari driver bisa menyebar ke telinga dan lingkungan sehingga tidak hanya terisolasi didalam headphone. Ciri khas headphone tipe open adalah suara bass terasa lebih lemah dibandingkan tipe closed hal inilah yang menjadi keunggulan karena kita bisa mendengarkan suara di frekuensi lain dengan sama rata (tidak dominan oleh bass). Headphone tipe open sangat cocok untuk penggunaan studio dan riset yang berhubungan dengan telinga, tetapi tidak cocok untuk kebutuhan sehari-hari karena alasan privasi. Sebaliknya, desain closed sangat cocok untuk penggunaan hanya mendengarkan musik karena suara lebih fokus, bass lebih besar, dan privasi lebih terjaga. Desain semi open diciptakan agar multifungsi, selain untuk penggunaan studio juga bisa nyaman dalam mendengarkan musik atau film.

50 mm driver tipe dynamic


Susunan driver pada headphone [2]
Dynamic vs BA [11]


Driver adalah alat yang berfungsi memproduksi suara agar bisa didengarkan telinga, pada headphone Samson SR850 diameternya sebesar 50  mm atau 5 cm. Teknologi yang paling umum dipakai untuk menghasilkan suara adalah tipe dynamic. Driver ini berupa coil yang bergerak, oleh karena itu biasa disebut sebagai driver dinamis. Prinsip operasinya terdiri dari unsur magnet stasioner ditempelkan ke frame dari headphone yang membuat medan magnet statis. Kelebihan dari driver tipe dynamic dapat menghasilkan suara yang bagus pada frekuensi rendah. Selain teknologi dynamic, juga ada teknologi lain yang bernama Balanced Armature (BA) yang memiliki keunggulan suara yang dihasilkan lebih detail pada frekuensi tinggi.

Frequency Response


Pengarug bentuk gelombang terhadap SPL dan pitch [3]

Kemampuan melengking (pitch) atau tidaknya suatu sumber bunyi ditentutakan oleh nilai frekuensinya. Setiap driver pada speaker memiliki rentang respon frekuensi yang berbeda-beda, respon ini mempengaruhi jenis suara yang dikeluarkan oleh suatu headphone. Semakin lebar rentang frekuensinya, maka variasi suara yang dihasilkan semakin lengkap pula sesuai frekuensi yang dikeluarkan alat musik aslinya sehingga kualitasnya semakin baik. Kita ambil contoh diatas 10 Hz – 30 kHZ, angka 10 Hz menunjukkan batas terendah suara yang dapat diproduksi. Semakin rendah frekuensi bawahnya maka headphone akan semakin baik, karena suara berfrekuensi rendah menyatakan karakter suara bass. Kemudian angka 30 kHz menunjukkan batas  atas suara yang dapat diproduksi. Semakin tinggi frekuensi atasnya maka headphone akan semakin baik, karena suara berfrekuensi tinggi menyatakan karakter suara treble. Tidak semua frekuensi suara dapat kita dengar, kita hanya mampu mengidentifikasi bunyi dengan frekuensi 20 Hz – 20 kHz saja. Tapi setidaknya dengan rentang frekuensi yang lebih lebar, kita dapat menikmati sensasi suara dengan kualitas yang lebih jelas dan baik. Untuk menguji benar tidaknya klaim yang diberikan oleh produsen headphone,  anda dapat mencoba dengan cara membangkitkan suara dari rentang frekensi 0  - 30 kH, jika anda dapat mendengar dengan jelas suara pada masing-masing frekuensi maka dipastikan bahwa klaim tersebut benar.

Impedansi 32 Ohm

Impedansi headphone [4]
Amplifier untuk headphone [5]

Impedansi menggambarkan besar tahanan dari driver  headphone. Nilai tahanan berhubungan dengan besarnya arus yang bisa lewat ataupun voltase yang dibutuhkan oleh driver agar bisa menghasilkan sumber bunyi. Jadi impedansi berhubungan dengan daya yang dibutuhkan driver untuk beroperasi. Untuk penggunaan secara umum pada gadget, ipod, hp umumnya headphone bisa menghasilkan suara maksimalnya dengan nilai impedansi sekitar  32 ohm. Tidak semua headphone bisa bunyi ketika dicolokkan pada smartphone atau ipod hal ini karena nilai impedansi headphone tersebut cukup besar. Headphone untuk profesional biasanya memiliki drive speaker yang cukup besar sehingga nilai impedansinya pun meningkat mulai dari 100 – 600 ohm. Untuk menjalankan headphone  tersebut biasanya dibutuhkan suatu penguat atau amplifier agar daya yang dihasilkan pun dapat meningkat. Tetapi ada juga beberapa headphone dengan impedansi antara 50 – 70 ohm yang masih bisa berjalan pada smartphone tetapi tidak berjalan dalam kondisi maksimalnya. Headphone yang lebih besar biasanya memiliki suara yang flat pada semua rentang frekuensi sehingga kualitasnya semaki baik pula.

Sensitifitas

Ambang pendengaran manusia [6]

Sensitifitas  headphone menunjukkan nilai seberapa keras headphone dalam memproduksi suara. Nilai tersebut dinyatakan dalam bentuk tingkat tekanan bunyi/ sound pressure level dengan satuan desibell (dB). Contoh: 98 dB. Jadi suara yang dihasilkan maksimal bisa mencapai 98 dB. Semakin besar nilai sensitifitas maka akan keras suara yang dihasilkan, sehingga kita tidak perlu volume yang besar pada pemutar yang kita gunakan. Dalam penggunaan headphone anda harus lebih berhati-hati karena semakin keras suara maka fungsi pendengaran anda akan semakin cepat tergganggu. 

Connector

Konektor pada headphone [7]

Biasa disebut dengan jack, untuk penggunaan pada smartphone biasanya menggunakan diameter 3.5 mm. Untuk penggunaan pada perangkat dengan colokan output yang lebih besar biasanya ditambahkan ekstensi jack dengan diameter 6.3 mm. Tips dalam memilih  headset atau headphone, plih yang berlapiskan emas karena nilai konduktornya lebih baik sehingga suara yang dihasilkan lebih jelas. 

Cable Length: 2.5 meter

One sided vs double sided headphone [8]

Maksudnya, panjang kabel headphone adalah 2.5 meter. Single-sided berarti kabel keluar dari satu sisi yang biasanya dari sisi kiri headphone (kelebihannya praktis dan ringkas). Tetapi headphone dengan kualitas suara baik biasanya menggunakan double-sided dimana kabel keluar dari sisi kiri dan sisi kanan. OFC copper cable berarti Oxygen Free Copper yang menunjukan tipe tembaga dan kualitas (Oxygen-Free) kabel yang dipakai. Ada beberapa macam tipe kabel yang dapat dipakai, mulai dari Copper, Silver, dan Silver Plated Copper (SPC), dimana tiap-tiap tipe tadi memiliki kadar kualitas konduktor yang berbeda-beda.

Tips membeli headphone:

Cara terbaik untuk menentukan headphone yang tepat adalah dengan mencoba sendiri di telinga kita apakah nyaman atau tidak. Jika memang serius ingin membeli kualitas yang baik pilihlah merek yang sudah terkenal dipasaran  atau cari di forum-forum  yang biasa berbicara masalah alat musik. 

Sumber:

[1] https://shurebenelux.wordpress.com/2014/04/08/open-back-vs-closed-back-headphones/
[2] http://www.thetubdoc.com
[3] http://facadesconfidential.blogspot.sg/2012/06/acoustic-properties-of-glass-not-so.html
[4] http://nwavguy.blogspot.sg/2011/02/headphone-impedance-explained.html
[5] http://theroundingsound.com/best-headphone-amp-under-100/
[6] http://www.rockfon.com/performance/acoustics/how+to+improve+acoustics/sound+pressure
[7] http://songwritter.ru
[8] http://www.instructables.com/id/How-to-modify-a-2-sided-wire-headphone-to-1-sided-/
[9] https://www.headfoniastore.com/2014/09/belajar-membaca-spesifikasi-headphone/
[10] http://projectknightsec.com/buying-guide-for-a-new-headphone/
[11] http://cdn.head-fi.org/c/c1/694x251px-c17cfbe3_e-q7graph.jpg

Postingan terkait:

Belum ada komentar untuk "Cara membaca spesifikasi headset/ headphone"

Posting Komentar