Jenis-Jenis Kerusakan Mesin Dan Cirinya - Wani Mulyo | Dare to Noble

Jenis-Jenis Kerusakan Mesin Dan Cirinya

Unbalance

Unbalance adalah kondisi dimana pusat massa tidak sesumbu dengan sumbu rotasi sehingga rotor mengalami gaya vibrasi terhadap poros sehingga menghasilkan gaya sentrifugal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya unbalance yakni: kesalahan saat proses pemesinan dan assembly, eksentrisitas komponen, adanya kotoran saat pengecoran, korosi dan keausan, distorsi geometri karena beban termal dan beban mekanik serta penumpukan material. Karakteristik dari unbalance ini dapat diketehui dengan adanya amplitudo yang tinggi pada 1 x RPM, seperti yang ditunjukkan gambar 1. Tetapi adanya amplitudo pada 1x RPM tidak selalu Unbalance, tanda lainnya adalah rasio amplitudo antara pengukuran arah horizontal dan vertikal kecil (H/V < 3). Ketika pada kondisi dominan unbalance, maka getaran radial (Horizontal dan Vertikal) akan secara normal jauh lebih tinggi dibandingkan axial. Pada pompa normal, getaran horizontal lebih tinggi dari vertical. Amplitudo di 1x RPM secara normal ≥ 80% dari amplitudo keseluruhan ketika masalah dipastikan unbalance.

Gambar 1 Spektrum Vibrasi Unbalance

Resonansi kadang – kadang dapat memperbesar efek dari unbalance. Unbalance juga dapat memberi kontribusi terbesar pada  loosness (Aus). Ketika unbalance lebih domiman daripada masalah yang lain, beda fase antara horizontal dan vertikal sekitar 90˚ (±30˚) pada bearing yang sama. Unbalance pada motor biasanya tetap dan fase yang berulang di arah radial

Misalingment

Ketidaklurusan ( misalignment) terjadi ketika frekuensi shaft yang berputar satu kali putaran atau dapat juga terjadi dua dan tiga kali putaran. Normalnya disebabkan adanya getaran  yang tinggi pada  axial dan radial, tetapi tidak selalu tinggi pada  axial saja, khususnya saat kondisi parallel offset lebih mendominasi dibandingkan Angular misalignment. Menghasilkan getaran lebih besar dari keadaan normal di 2x RPM dimana dapat terjadi bukan hanya di arah axial tapi juga di radial.

Jika misalignment menjadi semakin buruk hal ini dapat disebabkan besarnya nilai harmonik dimana akan menghasilkan spektrum nampak seperti masalah looseness. Untuk misalignment parah, pengukuran Radial (horizontal dan vertikal) perbedaan fase terdapat pada 0˚ atau 180˚ (±30˚) antara sisi dalam dan sisi luar bearing. Kebanyakan dari waktu, perbedaan  fase  horizontal  mendekati   180˚   pergeseran   fase  dibandingkan   dengan perbedaan fase vertikal.

Gambar 2 Spektrum Vibrasi Misalignment
Angular Misaligment


Gambar 3 Angular Misalignment
Getaran axial tinggi, terutama pada 1x, 2x, dan 3x RPM, satu dari puncak ini (peak) kadang – kadang lebih  dominan  dari  pada  yang  lain.  Umumnya  amplitudo  antara  2x  atau  3x  RPM mencapai kira – kira      30 – 50% dari 1x RPM di arah axial. Indikasi terbaik adalah perbedaan fase 180˚ bersebrangan kopling di arah axial. Dari kerusakan   ini kemungkinan juga mengindikasikan adanya masalah kopling. Angular misaligment kemungkinan terdapat pada 1x RPM harmonik, seperti juga mechanical looseness (kelonggaran mekanik) gerakan harmonik ganda ini tidak selalu mengeluarkan suara gaduh pada spektra.

Parallel Misaligment

Gambar 4 Parallel Misaligment

Shaft  pada  paralel  misalignment  terlihat  offset.  Misaligment  ini  mempunyai kesamaan  gejala pada  getaran  Angular,  tetapi  menunjukan  tingginya  getaran  radial dimana mencapai fase 180˚ bersebrangan dengan kopling, amplitudo di 2x RPM lebih besar daripada di 1x. Amplitudo tidak selalu berada pada 1x, 2x, atau 3x yang lebih dominan, tetapi ketinggian relative di 1x dimana selalu diindikasi pada tipe kopling dan konstruksi. Ketika kedua arah Angular dan arah radial menjadi semakin tinggi, keduanya dapat menciptakan tingginya peak amplitudo jauh lebih tinggi dari harmoninya (4x - 8x) atau ketika rangkaian frekuensi harmonik tinggi serupa dengan mechanical looseness. Tipe kopling dan material akan membawa pengaruh yang besar pada spektrum ketika gejala misaligment ada, hal ini tidak ada pengaruh pada peningkatan suara gaduh.

Cocked bearing / Bearing misalignment

Untuk kerusakan ini getaran axial terjadi pada 1x dan 2x RPM, fase axial terjadi di empat bagian dengan sudut 90˚ satu sama lain juga akan terjadi pergeseran sudut 90  dari point ke point selanjutnya.

Untuk meluruskan kopling atau membalance rotor tidak akan memecahkan masalah, cara yang paling efektif adalah bearing  harus diganti dan pasang bearing  yang tepat (diameter inner bearing  harus simetris). Titik 1, 2, 3, dan 4 merupakan pengukuran axial, titik tersebut harus 90˚ terpisah satu sama lain.
Gambar 5 Bearing Misalignment

Kerusakan Bearing

Kerusakan   bearing   (defective   antifriction   bearing)   mempunyai   ciri   yaitu mempunyai puncak ( peak ) tinggi beberapa kali RPM, 1x, 2x, 3x, 4x, ...10x. Vibrasi akan timbul jika bearing sudah parah. Pada spektrum akan tampak impact (tubrukan) beberapa frekuensi dengan amplitudo tinggi seperti ditunjukkan gambar 6.

Gambar 6 Spektrum Vibrasi Kerusakan Bearing

Looseness

Tidak rapat ( mechanical looseness ) terjadi pada frekuensi dua kali putaran, penyebabnya terjadi karena perubahan keseimbangan dan alignment. Biasanya terjadi pada arah axial dan kejadiannya sering bersamaan dengan unbalance dan misalignment Karakteristik loosness dapat diketahui pada spektrum dengan adanya beberapa amplitudo tinggi khususnya pada 1 x RPM, 1,5 x RPM dan harmonik seperti yang terlihat pada gambar 7.   Looseness biasanya disebabkan oleh structural looseness dari tumpuan mesin, pondasi, baut yang kendor, dan deteriorated grouting.

Gambar  7 Spektrum Vibrasi Looseness


Postingan terkait:

Belum ada komentar untuk "Jenis-Jenis Kerusakan Mesin Dan Cirinya"

Posting Komentar