Bagaimana bentuk perambatan bunyi? - Wani Mulyo | Dare to Noble

Bagaimana bentuk perambatan bunyi?

Bunyi adalah salah satu gelombang longitudinal yang merambat pada suatu medium. Medium yang menjadi perantara perambatan gelombang bisa bisa dalam bentuk udara, cair, dan padat. Gelombang longitudinal adalah suatu bentuk gelombang yang mana arah rambatnya berimpitan atau sejajar dengan arah getarnya. Dalam perambatannya gelombang bunyi terbentuk akibat gaya yang diberikan sumber bunyi kepada partikel udara sehingga terbentuk  pola rapatan dan renggangan. Bunyi terjadi akibat adanya getaran yang ditimbulkan oleh suatu benda. Contoh sumber bunyi yang kita ketahui adalah alat musik seperti: drum, gitar, biola, dll. Akibat bergetar, maka benda tersebut juga melepaskan energi ke udara dan diteruskan oleh partikel-partikel di udara.

Gelombang longitudinal pada bunyi [1]
Strukutur atom zat gas, cair, dan padat [4]
Bagaimana suara bisa merambat pada medium padat?

Perambatan suara pada mainan kaleng dan tali [2]

Perambatan suara pada medium padat [3]

Benda padat terdiri dari partikel/ atom yang tidak bergerak karena mereka terikat satu sama lain pada posisi yang tetap dan mempunyai gaya antarmolekul yang kuat. Oleh karena itu, mereka hanya bisa bergetar dalam posisi tetap dan saling menggetarkan atom lain, hal ini mirip dengan efek domino. Suatu gelombang suara yang dihasilkan oleh sumber getar, akan menyalurkan getaran dari satu partikel ke yang lain, dengan cara menekan atom tetangga sehingga menjadi suatu gelombang yang merambat pada suatu medium dengan penjalaran yang cepat.

Bagaimana suara bisa merambat pada medium cair?

Perambatan suara pada medium cair [3]
Berbeda dengan benda padat, benda cair memiliki partikel-partikel yang dapat bergerak sehingga partikel dapat mengubah posisi dirinya.  Karena posisinya yang dapat bergerak, maka posisi partikel menjadi tidak tetap dan ikatan antar atomnya pun tidak lebih kuat jika dibandingkan dengan benda padat. Ketika terdapat suara yang merambat, getaran akan disalurkan ke partikel lain dalam rentang yang lebih lambat dari zat padat. Hali ini terjadi karena kekuatan Tarik menarik antara partikel dari cairan yang cukup cukup untuk menahan mereka bersama-sama kuat tetapi tidak cukup kuat untuk menahan mereka dalam posisi tetap. Dengan demikian, suara akan melakukan perambatan yang sedikit lebih lambat.

Bagaimana suara bisa merambat pada medium gas?

Proses terbentuknya gelombang longitudinal pada medium udara [1]
Partikel pada medium gas terpisah sangat jauh satu sama lain. Mereka bisa bergetar serta bergerak bebas dan acak ke semua arah. Hal ini disebabkan oleh gaya tarik-menarik antara partikel yang bernilai sangat kecil (hamper tidak ada). Partikel pada gas harus bergerak cukup jauh sebelum mereka bertabrakan dengan partikel lain. Energi suara yang dirambatkan, tidak bisa bergerak secepat ketika molekul tidak bersentuhan satu sama lain. Dengan demikian, ketika partikel gas sangat berjauhan, perjalanan gelombang suara melalui media gas, akan jauh lebih lambat dibandingkan dengan medium cair dan padat. Karena partikel gas ada di mana-mana, maka kita dapat mendengarkan suara dari segala arah.

Kemudian, apakah bunyi dapat merambat di medium hampa?

Perambatan suara pada medium hampa [3]

Astronaut diluar angkasa [5]
Gelombang bunyi tidak dapat merambat dalam ruang hampa karena di ruang tersebut tidak ada partikel-partikel udara. Pada penjelasan diatas, partikel udara berperan penting dalam perambatan bunyi yaitu medium (perantara) sehingga bunyi tak dapat merambat tanpa adanya zat perantara. Di luar angkasa tidak ada partikel yg bisa dipakai sebagai sarana untuk getaran gelombang bunyi menjalar.

Perambatan bunyi pada telinga [6]

Gelombang suara dapat merambat pada berbagai medium, agar dapat didengar oleh telinga, suara merambat melalui udara untuk mencapai telinga kita (gendang telinga). Kita bisa merasakan sensasi karena, gendang telinga akan bergetar akibat resonansi gelombang suara yang kemudian diteruskan oleh tulang maleus, inkus, dan stapes untuk kemudian disalurkan saraf menuju otak. Kita mungkin dapat mendeteksi getaran dari benda padat ataupun riak pada zat cair, itupun telinga hanya dapat mendeteksi suara akibat merambat diudara. Tidak semua gelombang suara diudara dapat didengar oleh manusia, manusia hanya dapat mendengar suara pada rentang 20-20kHz saja. Itupun harus berada pada desibel tertentu bagi kita untuk mendengarnya.

Sumber:
[1] https://tellmewhyfacts.com
[2] http://stkevinsblog.ie/wp-content/uploads/2014/03/TINCAN_PHONE04.png
[3] http://www.daviddarling.info/images2/how_sound_travels.jpg
[4] https://knowitall.org/sites/default/files/soundtravels.png
[5] http://media.gopego.com/media/directory/2012_10/08/space/gopego_astronaut_big.jpg
[6] http://www.familyhealthonline.ca

Postingan terkait:

Belum ada komentar untuk "Bagaimana bentuk perambatan bunyi? "

Posting Komentar